Laporan KKN Minggu 6 ( 7 Agustus
2017 – 13 Agustus 2017)
Senin, 7 Agustus 2017 (Hari
ke-35)
Hari ini adalah hari terakhir dari serangkaian
acara lomba memancing Lubuk Larangan di Sawah Taratak. Pagi harinya warga sawah
taratak menangkap ikn menggunakan jala. Setelah menangkap ikan, Ibu-ibu Sawah
Taratak memasak bersama untuk kegiatan makan bersama yang akan digelar pada
malam hari.
![]() |
| Foto 1 Memasak bersama Ibu-ibu Sawah Taratak |
Sore harinya kami
mendapat kunjungan dari PU KKN UNAND secara mendadak di Posko KKN-PPM UNAND
2017 Desa Muaro Kalaban yang ada di Dusun Sawah Taratak. Beliau datang untuk
menanyakan beberapa hal seperti telah berapa kali DPL data ke Desa Muaro
Kalaban dalam periode KKN, permasalahaan yang dialami mahasiswa KKN, hingga
pada bagaimana situasi di Desa Muaro Kalaban ini. Tidak banyak hal yang
ditanyakan oleh beliau karena hari telah sore dan beliau harus pergi untuk
mencari penginapan dan keesokan harinya kembali mengunjungi desa-desa lain yang
ditinggali anak KKN lainnya.
![]() |
| Foto 2 Kunjungan PU KKN Unand |
![]() |
| Foto 3 Acara makan bersama warga Dusun Sawah Taratak |
Selasa, 8 Agustus 2017 (Hari
ke-36)
Pagi ini kami seperti biasa
pergi mengisi absen ke Kantor Desa Muaro Kalaban. Pada pagi hari kami pergi
kesana, kami tidak bertemu dengan Pak Masril selaku Kepala Desa Karena sedang
ada pertemuan di Balai Kota Sawahlunto. Kami ingin menemui bapak kepala desa
untul menyelesaikan segala keperluan Administrasi serta mengambil gambar dan
suara bapak tersebut untuk dimasukan kedalam Video Profil Desa.
Rabu, 9 Agustus 2017 (Hari ke-37)
Hari
ini kami mulai dengan mengunjungi warga yang ada di Sawah Taratak untuk
melengkapi berkas kuisioner yang berisikan data tentang bagaimana pandangan
masyarakat desa muaro kalaban, khususnya Dusun Sawah Taratak. Kami memilih
dusun Sawah Taratak karena ini merupakan dusun yang menjadi salah satu
prioritas kami dalam melaksanakan pengisian kuisioner bagi masyarakat.
![]() |
![]() |
| Foto 4,5 Menanyakan pandangan warga tentang Mahasiswa KKN di Dusun Sawah Taratak |
Kami
mendatangi beberapa orang untuk menanyakan beberapa poin tentang bagaimana
pengaruh dari adanya mahasiswa KKN di desa Muaro Kalaban. Apakah memberikan
dampak yang positif, atau malah tidak memberikan dampak dan pengaruh apa-apa
bagi masyarakat. Kuisioner ini bermanfaat bagi kelanjutan dari KKN tahun
berikutnya.
Kamis, 10
Agustus 2017 (Hari ke-38)
Hari ini saya
mengunjungi salah satu rumah warga yang membuat kripik baado. Kripik balado ini dibuat oleh sepasang suami istri. Dan kripik ini dijual di warung-warung dengan harga satuannya Rp 1000.
Jumat, 11 Agustus 2017 (Hari ke-39)
Pagi
ini kami menghadiri senam lansia terakhir kami di Sawah Taratak. Setelah
melakukan senam kami berbincang-bincang sedikit dengan Bapak Instruksur senam.
Setelah itu kami melakukan persiapan dan finishing terhadap berkas laporan yang
akan kami serahkan ketika pelepasan di kantor desa. Yang kami persiapkan adalah
berupa laporan nagari yang harus disegerakan untuk pengerjaannya. Selanjutnya
kami bersiap pergi ke kantor desa.
![]() |
| Foto 7 Senam Lansia terakhir kami di Muaro Kalaban |
Langkah
kami untuk pergi ke kantor desa terhambat karena siang ini tiba-tiba desa muaro
kalaban di guyur oleh hujan deras. Sehingga kami pun tertahan di Posko hingga
pukul 3 sore. Ketika hujan telah mulai reda kami pun pergi ke kantor desa untuk
menghadiri perpisahan dengan perangkat desa muaro kalaban.
Kami
disambut oleh sekretaris desa dikarenakan bapak kepala desa sedang berada di
Jogjakarta untuk menghadiri sebuah pertemuan. Bersama kakak sekretaris desa
kami pun bercerita tentang hal yang telah kami lakukan selama hampir tiga
setengah bulan berada di desa muaro kalaban. Setelah hampir setengah jam
bercerita, pertemuan itu pun diakhiri dengan saling berpamitan dan bersalaman
antara mahasiswa KKN-PPM dengan semua staff di kantor desa muaro kalaban.
![]() |
| Foto 8 Acara perpisahan dengan Sekretaris Desa Muaro Kalaban |
Sabtu, 12 Agustus
2017 (Hari ke-40)
Pagi ini kami pergi
mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di desa Muaro Kalaban untuk berpamitan dan
melakukan perpisahan dengan siswa-siswa sekolah yang ada disana. Kami semua
mengawali perjalanan dengan pergi ke SMPN 6 Sawahlunto untuk berpamitan dan
mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kami
kesempatan untuk berinteraksi dengan para siswan yang ada di sekolah tersebut.
![]() |
| Foto 10 Salam perpsahan dengan siswa-siswi SMP N 6 Sawahlunto |
![]() |
| Foto 11 Berpamitan dengan guru SMP N 6 Sawahlunto |
Kemudian
kami pergi ke SDN 11 Muarokalaban yang berada di dusun sawah tambang desa muaro
kalaban. Kami disambut dengan hangat oleh bapak kelapa sekolah dan staff
pengajar yang ada di sekolah tersebut. Kemudian beliau juga mengucapkan
terimakasih atas pelatihan drum band yang pernah kami berikan kepada kelompok
drum band sekolah tersebut. Malahan beliau malah menginginkan agar kami bisa
lebih lama lagi berada di desa Muaro Kalaban untuk kembali berbagi ilmu dangan
para siswa.
![]() |
| Foto 12 Foto bersama setelah berpamitan dengan Guru SDN 11 Muaro Kalaban |
Lalu
selanjutnya kami pergi ke SDN 05 Muarokalaban untuk kembali berpamitan dengan
staff pengajar dan para siswa. Para siswa terlihat sangat senang ketika kami
mendatangi lagi sekolah tersebut.
Dan setelah itu kami mahasiswi kesehatan juga
berpamitan kepada Bd Fiza yang telah membimbing kami selama KKN disini. Dan
kami memberikan sedikit kenang-kenangan untuk Bd Fiza.
![]() |
| Foto 13 Foto bersama setelah berpamitan engan siswa-siswi SDN 05 Muaro Kalaban |
![]() |
| Foto 14 Foto bersama dengan Bd Fiza setelah berpamitan dan memberikan sedikit kenang-kenangan |
Minggu, 13
Agustus 2017 (Hari ke-41)
Hari ini merupakan hari terakhir
kami berada di sini. Pagi hari kami disibukkan dengan membereskan barang serta
posko. Dan beberapa warga juga mengunjungii kami untuk memberi salam
perpisahan. Warga disini sangat menerima kami dengan baik karena hingga hari
terahir kami disini kami mendapatkan
berapa makanan sebagai oleh-oleh. Pertama kami mendapatkan sate untuk sarapan
kami, lalu kamu mendapatkan keripik balado untuk di bawa ke Padang.
Kemudian kami berpamitan dengan
warga sekitar. Setelah berpamitan kami mengangkat barang bawaan ke dalam salah
satu mobil warga untuk di angkut ke bus yang akan kami tompanngi ke Padang.
Sebelum pulang, kami meninggalkan sedikit kenang-kenangan untuk Ibu posko yaitu
berupa foto kami bersama yang telah kami bingkai.
Setelah itu kami kembali ke Padang
pada pukul 12.20 wib.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar